PESISIR SELATAN – Layanan kesehatan tradisional Puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan terus diperkuat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pesisir Selatan mendorong setiap Puskesmas mengembangkan inovasi pelayanan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Langkah tersebut diperkuat melalui konsultasi program Pelayanan Kesehatan Tradisional atau Yankestrad bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan berlangsung di Padang dan membahas arah pengembangan program kesehatan tradisional di tingkat Puskesmas.
Selain itu, program ini diarahkan agar pelayanan kesehatan tradisional tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan. Pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Empat Program Utama Jadi Perhatian
Hasil koordinasi dengan Dinkes Sumbar menghasilkan empat instrumen utama yang perlu diperkuat oleh Puskesmas di Pesisir Selatan.
Pertama, masyarakat dan tenaga kesehatan didorong memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional sebagai opsi pendamping pelayanan konvensional. Kedua, Puskesmas perlu memperkuat kemitraan lintas sektor untuk mendukung pembinaan asuhan mandiri.
Selanjutnya, setiap Puskesmas didorong menciptakan inovasi kreatif dalam mengembangkan program kesehatan tradisional di wilayah kerjanya.
Poin keempat berkaitan dengan optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Penanaman TOGA akan diperkuat mulai dari lingkungan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu hingga kelompok binaan masyarakat.
Setiap Puskesmas Ditargetkan Punya Inovasi
Komitmen tersebut kemudian dipertegas melalui Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Pelayanan Kesehatan Tradisional yang digelar di Hotel Triza Painan pada 18 Juni 2026.
Kegiatan selama dua hari itu diikuti para pemegang program Yankestrad dari Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan. Pertemuan bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola dalam aspek tata kelola, kemitraan, serta pembinaan asuhan mandiri.
Kepala Dinkes PPKB Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, menargetkan setiap Puskesmas dapat melahirkan minimal satu inovasi kreatif terkait program kesehatan tradisional di wilayah masing-masing.
Dengan demikian, pengembangan program tidak berhenti pada pembahasan di tingkat pemerintah daerah. Puskesmas juga dituntut menghasilkan terobosan yang dapat diterapkan langsung kepada masyarakat.
TOGA Didorong hingga Kelompok Masyarakat
Pengembangan layanan kesehatan tradisional Puskesmas juga diarahkan pada peningkatan pemanfaatan TOGA.
Puskesmas diminta mengoptimalkan penanaman tanaman obat mulai dari pekarangan fasilitas kesehatan hingga kelompok binaan masyarakat. Tenaga kesehatan juga didorong memberikan edukasi agar masyarakat memahami pemanfaatannya secara tepat.
Selain TOGA, terapi akupresur menjadi salah satu bentuk asuhan mandiri yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat.
Namun, pelayanan kesehatan tradisional tetap perlu dikelola berdasarkan standar dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan penanganan medis yang diperlukan. Pemerintah daerah menekankan aspek keamanan dan pertanggungjawaban dalam pengembangannya.
Kemitraan Lintas Sektor Diperkuat
Dinkes Pesisir Selatan juga meminta tenaga kesehatan memperluas kemitraan dengan berbagai pihak.
Kerja sama lintas sektor dinilai penting karena pengembangan kesehatan tradisional tidak hanya berlangsung di dalam fasilitas pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu, tenaga kesehatan didorong aktif menjangkau nagari dan kelompok masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi mengenai asuhan mandiri semakin mudah diterima keluarga.
Kemitraan juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mengelola program.
Dengan tenaga yang memiliki pemahaman memadai, pelayanan kesehatan tradisional diharapkan dapat diberikan secara lebih aman dan terarah.
Kesehatan Tradisional Tetap Harus Terstandar
Dinkes Pesisir Selatan menekankan pentingnya standardisasi dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional.
Metode yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan serta mengikuti norma hukum yang berlaku. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting dari penguatan program.
Sementara itu, inovasi yang dikembangkan setiap Puskesmas diharapkan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.
Langkah tersebut memungkinkan setiap fasilitas menghasilkan program yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mempunyai manfaat langsung bagi masyarakat.
Puskesmas Jadi Penggerak di Tingkat Masyarakat
Posisi Puskesmas dinilai strategis karena fasilitas tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat.
Melalui Puskesmas, edukasi mengenai TOGA dan asuhan mandiri dapat dilakukan hingga tingkat keluarga. Program juga dapat dikembangkan bersama Pustu dan kelompok binaan.
Dengan begitu, penguatan layanan tidak hanya berpusat di tingkat kabupaten.
Masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan secara mandiri.
Dinkes Pessel Dorong Program Terus Berkembang
Penguatan layanan kesehatan tradisional Puskesmas menjadi bagian dari upaya Dinkes Pesisir Selatan meningkatkan mutu pelayanan.
Pemerintah daerah berharap masyarakat semakin memahami pemanfaatan TOGA dan terapi akupresur sebagai bagian dari asuhan mandiri yang dilakukan secara tepat.
Di sisi lain, Dinkes Pessel juga menyampaikan harapan jangka panjang agar terdapat regulasi yang matang terkait kemungkinan pembiayaan pelayanan kesehatan tradisional terstandar melalui skema BPJS Kesehatan. Hal tersebut masih berupa harapan arah kebijakan, bukan berarti layanan tersebut saat ini sudah ditanggung BPJS.
Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan kemitraan, pemanfaatan TOGA, serta lahirnya inovasi di setiap Puskesmas, pelayanan kesehatan tradisional di Pesisir Selatan diharapkan berkembang secara lebih terstruktur.
