Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

RSUP Dr. M. Djamil Jadi Pusat Unggulan Bedah Minimal Invasif Asia Tenggara, Mahyeldi Dorong Layanan Kelas Dunia

0 0
Read Time:2 Minute, 53 Second

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka ASEAN Center of Excellence Program and Symposium on Minimally Invasive Colorectal Surgery di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan internasional tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan bedah minimal invasif di Sumatera Barat sekaligus peningkatan kompetensi tenaga medis.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil resmi ditetapkan sebagai Indonesia Centre of Minimally Invasive Surgery (ICMIS) sekaligus Southeast Asia Centre of Excellence in Minimally Invasive Colorectal Surgery. Pencapaian ini memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat rujukan, pendidikan, pelatihan, penelitian, dan inovasi kesehatan di kawasan.

Bedah Minimal Invasif di Sumatera Barat Terus Dikembangkan

Pengembangan bedah minimal invasif di Sumatera Barat menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan modern. Teknik tersebut memungkinkan tindakan operasi dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka konvensional pada kasus yang sesuai.

RSUP Dr. M. Djamil mengarahkan transformasi layanan endo-laparoskopinya menjadi pusat pendidikan nasional. Rumah sakit tersebut diharapkan menjadi tempat pembelajaran bagi residen bedah, peserta pelatihan hingga fellowship melalui kurikulum yang terstandardisasi.

Pengembangannya tidak hanya berorientasi pada pelayanan pasien. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan ilmu pengetahuan juga menjadi perhatian utama.

Mahyeldi Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Gubernur Mahyeldi menyambut positif pengembangan pusat unggulan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. M. Djamil merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Mahyeldi menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan perlu berjalan bersama peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penguasaan teknologi kedokteran modern.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mendukung pengembangan RSUP Dr. M. Djamil agar mampu menjadi rujukan di tingkat nasional maupun internasional.

Simposium Hadirkan Pakar Bedah Kolorektal

ASEAN COE Program and Symposium juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara tenaga kesehatan Indonesia dan pakar internasional.

Salah satu narasumber utama adalah President of Asia Pacific Federation of Coloproctology, Dato’ Luqman Mazlan. Simposium membahas perkembangan terkini dalam bidang bedah kolorektal modern, termasuk pembaruan pedoman dalam tindakan bedah kolorektal.

Forum internasional tersebut diharapkan memperkuat jejaring kolaborasi dengan para ahli di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, kolaborasi dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi kepada dokter Indonesia sehingga kemampuan pelayanan bedah minimal invasif semakin berkembang.

RSUP Dr. M. Djamil Didorong Jadi Pusat Pembelajaran Regional

Kementerian Kesehatan juga memberikan dukungan terhadap pengembangan pusat unggulan tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Sunarto, yang mewakili Menteri Kesehatan secara virtual, menyebut pembentukan ICMIS memiliki arti lebih luas daripada sekadar pusat pelatihan.

Kementerian Kesehatan berharap pusat bedah minimal invasif di RSUP Dr. M. Djamil dapat memperoleh pengakuan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Rumah sakit tersebut juga diharapkan berperan dalam pengembangan registri nasional bidang bedah minimal invasif.

RSUP Dr. M. Djamil sebelumnya telah dipercaya sebagai Pengampu Nasional Endolaparoskopi. Status baru sebagai pusat unggulan semakin memperluas perannya dalam pendidikan dan pengembangan pelayanan bedah modern.

Kolaborasi Internasional Perkuat Pelayanan

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, RSUP Dr. M. Djamil juga memperkuat kerja sama dengan Johnson & Johnson MedTech Indonesia serta Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan Center of Excellence, symposium dan workshop bedah kolorektal minimal invasif, serta pengembangan Fellowship Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Pengembangan bedah minimal invasif di Sumatera Barat diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan pasien. Pada saat yang sama, tenaga medis Indonesia memiliki kesempatan lebih besar memperoleh pendidikan dan pelatihan berstandar internasional tanpa harus selalu belajar ke luar negeri.

Keberadaan pusat unggulan di RSUP Dr. M. Djamil juga membuka peluang bagi Sumatera Barat untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan teknologi kedokteran dan pendidikan tenaga kesehatan di kawasan Asia Tenggara.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.