PADANG – Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) Sumatera Barat terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan. Pengembangan layanan dilakukan melalui enam Rumah Sakit Islam Ibnu Sina yang berada di bawah naungannya.
Seluruh rumah sakit tersebut telah meraih akreditasi paripurna. Sementara itu, RSI Ibnu Sina Bukittinggi menjadi satu-satunya rumah sakit di Sumatera Barat yang disebut telah memperoleh akreditasi syariah.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Yarsi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas. Selain memenuhi standar medis, pelayanan juga dikembangkan dengan mengacu pada nilai-nilai Islam.
Enam Rumah Sakit Telah Terakreditasi Paripurna
Ketua Umum Pengurus Yarsi Sumbar, Erman Ramli, menyampaikan bahwa enam rumah sakit di bawah Yarsi telah meraih akreditasi paripurna.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga terus dilakukan.
Enam rumah sakit tersebut berada di Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Simpang Empat di Pasaman Barat, serta Panti di Kabupaten Pasaman.
Selain itu, kompetensi dokter terus diperbarui mengikuti perkembangan ilmu kedokteran. Langkah tersebut diharapkan menjaga mutu pelayanan di seluruh jaringan rumah sakit.
RSI Ibnu Sina Bukittinggi Terapkan Prinsip Syariah
Akreditasi syariah tidak hanya berkaitan dengan identitas rumah sakit Islam. Standar tersebut diterapkan dalam berbagai aspek pelayanan dan operasional rumah sakit.
Menurut Yarsi Sumbar, penerapannya mencakup akad pelayanan pasien hingga penggunaan obat-obatan yang mengacu pada prinsip syariah. Rumah sakit juga memiliki Dewan Pengawas Syariah untuk mendukung pengawasan penerapannya.
Persiapan menuju standar tersebut telah berlangsung sebelumnya. Pada November 2025, Yarsi Sumbar menetapkan personel Dewan Pengawas Syariah untuk RSI Ibnu Sina Bukittinggi.
Saat itu, rumah sakit juga mempersiapkan dokumen dan tahapan pra-survei bersama Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI).
Standar mutu syariah mencakup sejumlah aspek pelayanan. Di antaranya pendampingan spiritual pasien, prosedur medis sensitif yang mempertimbangkan gender, serta pengingat waktu salat bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Lima RSI Ibnu Sina Lainnya Ikuti Persiapan
Yarsi Sumbar tidak berhenti pada RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Lima rumah sakit lainnya juga dipersiapkan menuju pelayanan dan akreditasi syariah.
Salah satu yang menjadi sasaran berikutnya adalah RSI Ibnu Sina Simpang Empat. Yarsi menargetkan rumah sakit tersebut dapat menyusul memperoleh status syariah pada akhir 2026 atau awal tahun berikutnya.
Sementara itu, seluruh direktur rumah sakit di lingkungan Yarsi disebut memiliki komitmen yang sama. Dalam jangka lima tahun, Yarsi menargetkan seluruh rumah sakitnya telah memenuhi standar syariah.
SDM dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Pengembangan rumah sakit juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan tenaga kesehatan. Sebab, kualitas SDM menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan.
Selain kompetensi medis, nilai-nilai Islam tetap menjadi landasan dalam pelayanan. Dengan demikian, pasien diharapkan mendapatkan pelayanan profesional sekaligus sesuai prinsip yang diterapkan rumah sakit.
Yarsi Sumbar sendiri memiliki sejarah panjang dalam pelayanan kesehatan. Yayasan tersebut mengelola jaringan rumah sakit dengan semangat pelayanan dan kegiatan sosial bagi masyarakat.
Yarsi Rencanakan Perluasan Layanan ke Dharmasraya
Selain meningkatkan enam rumah sakit yang telah beroperasi, Yarsi Sumbar berencana memperluas jangkauan pelayanan.
Saat ini, studi kelayakan untuk pendirian rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya sedang disusun. Kajian tersebut dilakukan oleh tim dari Universitas Andalas.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Yarsi juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangannya.
Dengan penguatan akreditasi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan layanan berbasis syariah, Yarsi Sumbar berupaya menjaga mutu pelayanan di seluruh jaringan rumah sakitnya.
