Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Pariaman Canangkan Kampung Sanitasi di Koto Marapak, GERMAS dan BILINK HAKLI Diperkuat

0 0
Read Time:3 Minute, 52 Second

PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman memperkuat upaya menciptakan lingkungan sehat melalui pencanangan Kampung Sanitasi di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur. Kegiatan yang dipimpin Wali Kota Pariaman Yota Balad pada Jumat (28/8/2026) itu turut dirangkai dengan Program BILINK HAKLI dan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS.

Pencanangan ditandai dengan pemukulan gendang tambua secara bersama. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehat.

Pemko Pariaman juga menggandeng berbagai unsur dalam pelaksanaannya. Kolaborasi melibatkan Dinas Kesehatan, HAKLI Kota Pariaman, pemerintah desa, Puskesmas, mahasiswa Poltekkes Padang, organisasi profesi, tokoh masyarakat, hingga DPRD.

Kampung Sanitasi Dorong Lingkungan Lebih Sehat

Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.

Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu kekuatan dalam pencanangan Kampung Sanitasi di Koto Marapak.

Perhatian terhadap lingkungan juga mencakup kebiasaan sehari-hari.

Masyarakat didorong tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sumber air, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Langkah sederhana tersebut memiliki kaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

BILINK HAKLI dan GERMAS Berjalan Bersama

Selain Kampung Sanitasi, kegiatan tersebut memperkenalkan Program BILINK atau Bina Lingkungan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

Program ini berjalan beriringan dengan Kampanye GERMAS.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis menjelaskan bahwa derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi kondisi lingkungan.

Air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, kebersihan rumah, dan pemberantasan sarang nyamuk menjadi beberapa aspek penting.

Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan secara konsisten.

Karena itu, masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai lingkungan sehat. Warga juga didorong menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sanitasi Dikaitkan dengan Pencegahan Stunting

Pencanangan Kampung Sanitasi juga membawa perhatian pada persoalan stunting.

Ketua HAKLI Kota Pariaman Syaiful Indra menjelaskan bahwa kampanye tersebut mengusung tema “Putus Rantai Stunting dengan Sanitasi.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya faktor lingkungan dalam upaya pencegahan stunting.

Sanitasi yang baik membantu menciptakan lingkungan lebih sehat bagi keluarga. Pada saat yang sama, ketersediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang tepat turut mendukung kesehatan anak.

ANTARA juga melaporkan pembentukan Kampung Sanitasi di Koto Marapak diarahkan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus mendukung upaya memutus rantai stunting.

Angka Stunting Pariaman Turun

Dalam kegiatan tersebut, Yota Balad turut memaparkan perkembangan prevalensi stunting Kota Pariaman.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara, prevalensi stunting tercatat 20,3 persen pada 2021. Angkanya turun menjadi 18,4 persen pada 2022.

Kemudian, prevalensi kembali turun menjadi 17,7 persen pada 2023 dan 15,7 persen pada 2024.

Dengan demikian, terjadi penurunan 4,6 poin persentase dalam periode tersebut.

Yota menilai perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya intervensi lintas sektor. Upaya penurunan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan dukungan sanitasi, kesehatan lingkungan, dan partisipasi masyarakat.

Lima Pilar STBM Jadi Perhatian

Program di Koto Marapak juga diarahkan pada pencapaian maksimal lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

HAKLI Kota Pariaman menyebut pencanangan tersebut sebagai kelanjutan pembinaan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Koto Marapak menjadi lokasi khusus pelaksanaan program, sementara dampaknya diharapkan berkembang lebih luas di Kota Pariaman.

Pendekatan berbasis masyarakat menjadi penting karena keberhasilan sanitasi membutuhkan perubahan perilaku.

Fasilitas yang tersedia perlu dibarengi kebiasaan menjaga kebersihan. Oleh sebab itu, masyarakat ditempatkan sebagai bagian aktif dalam program.

Kampanye GERMAS Usung “AYOK GAS”

HAKLI Kota Pariaman juga memperkenalkan slogan “AYOK GAS”, singkatan dari Ayo Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Kampanye tersebut diharapkan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.

GERMAS sendiri menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan hidup bersih, aktivitas fisik, menjaga lingkungan, serta melakukan langkah pencegahan menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Melalui Kampung Sanitasi, pesan GERMAS dapat diterapkan langsung mulai dari tingkat desa.

Libatkan Puskesmas dan Tenaga Kesehatan

Puskesmas se-Kota Pariaman turut terlibat dalam kegiatan di Koto Marapak.

Selain itu, kegiatan dihadiri organisasi profesi kesehatan dan mahasiswa Poltekkes Padang. Kehadiran berbagai unsur kesehatan memperkuat pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Puskesmas memiliki posisi penting karena pelayanan kesehatan primer berada dekat dengan masyarakat.

Tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai sanitasi, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit, serta kesehatan keluarga.

Sementara itu, pemerintah desa dan tokoh masyarakat dapat membantu mendorong penerapan kebiasaan sehat di lingkungan masing-masing.

Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, Ketua TP PKK Kota Pariaman Yosneli Balad, Plt Kepala Dinas Kesehatan Rudy Repenaldi Rilis, Ketua HAKLI Kota Pariaman Syaiful Indra, serta jajaran pemerintah dan organisasi kesehatan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah pencanangan.

Pemko Pariaman ingin masyarakat mampu menerapkan dan mempertahankan lingkungan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Kampung Sanitasi bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut diarahkan menjadi gerakan bersama untuk memperbaiki sanitasi, memperkuat GERMAS, dan mendukung pencegahan stunting di Kota Pariaman.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.