Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Menkes Apresiasi JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi, Layanan Kesehatan Makin Dekat

0 0
Read Time:2 Minute, 46 Second

Pariaman – Inovasi JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan RI dalam upaya memperkuat transformasi layanan kesehatan primer. Program JEMPOL CKG atau Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis menghadirkan pelayanan dengan mendatangi masyarakat secara langsung.

Inovasi tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Kesehatan RI secara virtual. Dalam forum itu, Puskesmas Marunggi memaparkan pendekatan pelayanan yang tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.

Sebaliknya, tenaga kesehatan aktif mendatangi permukiman warga dan tempat kerja untuk melakukan skrining kesehatan. Cara tersebut membuat pelayanan semakin dekat sekaligus memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pemeriksaan dini.

JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi Jemput Masyarakat

JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi dirancang untuk meningkatkan akses terhadap Cek Kesehatan Gratis.

Pelayanan jemput bola dilakukan di berbagai lokasi, termasuk lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, tempat ibadah, serta pusat kegiatan masyarakat. Sasaran program juga mencakup kelompok yang memiliki keterbatasan waktu, mobilitas, maupun akses menuju fasilitas kesehatan.

Melalui pendekatan tersebut, pemeriksaan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau.

Selain itu, masyarakat didorong melakukan pemeriksaan sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Capaian CKG Pariaman Tembus 47,6 Persen

Pelaksanaan program menunjukkan capaian yang positif.

Berdasarkan data evaluasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Pariaman, cakupan CKG Kota Pariaman mencapai 47,6 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 38,7 persen dan target nasional yang disebut sebesar 36 persen.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan aktif dalam memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan.

Dengan pelayanan yang semakin dekat, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

Hipertensi dan Diabetes Ditindaklanjuti

JEMPOL CKG tidak berhenti setelah proses pemeriksaan.

Temuan seperti hipertensi dan diabetes ditindaklanjuti melalui program SAHABAT OBAT serta kunjungan rumah secara berkala. Pemerintah Kota Pariaman melaporkan tingkat tata laksana mencapai lebih dari 85 persen dari kasus yang teridentifikasi.

Langkah tersebut penting karena skrining perlu diikuti dengan tindak lanjut yang sesuai.

Dengan demikian, masyarakat yang memiliki faktor risiko atau masalah kesehatan dapat memperoleh pendampingan lebih cepat.

Teknologi Digital Dukung Pelayanan

Puskesmas Marunggi juga memanfaatkan inovasi digital dalam pengelolaan data.

Platform SIPINTER ILP digunakan untuk mendukung pencatatan hasil pemeriksaan secara terintegrasi dan real-time. Sistem tersebut membantu pengelolaan informasi kesehatan dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Selain itu, respons masyarakat terhadap pelayanan tersebut tercatat positif.

Indeks kepuasan publik terhadap pola pelayanan langsung mencapai 94,5 persen dengan predikat Sangat Baik berdasarkan informasi Pemerintah Kota Pariaman.

Menkes Apresiasi Inovasi Puskesmas Marunggi

Menteri Kesehatan memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Pariaman bersama Puskesmas Marunggi.

Model pelayanan primer berbasis komunitas tersebut dinilai menjadi contoh konkret dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Pendekatan ini juga sejalan dengan perubahan orientasi pelayanan primer.

Puskesmas tidak hanya menangani masyarakat yang telah sakit. Upaya promotif, preventif, skrining, dan deteksi dini juga semakin diperkuat.

Deteksi Dini Jadi Kunci

Melalui JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi, masyarakat dapat memperoleh berbagai pemeriksaan. Pelayanan yang dilaporkan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.

Masyarakat juga mendapatkan konsultasi kesehatan serta edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.

Deteksi dini menjadi penting karena beberapa penyakit dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas pada tahap awal.

Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menemukan faktor risiko lebih cepat.

Kehadiran JEMPOL CKG sekaligus memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Dengan pendekatan jemput bola, pelayanan kesehatan diharapkan semakin mudah, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.