Masalah gizi anak masih menjadi perhatian di Sumatera Barat. Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak awal kehidupan.
Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting di Sumbar mencapai 24,9 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari angka nasional sebesar 19,8 persen.
Stunting Perlu Dicegah Sejak Kehamilan
Pencegahan stunting tidak dimulai saat anak sudah besar. Sebaliknya, langkah tersebut perlu dimulai sejak masa kehamilan.
Ibu hamil membutuhkan makanan yang beragam dan bergizi. Selain itu, pemeriksaan kehamilan juga penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
Pemenuhan gizi pada masa awal kehidupan juga sangat penting. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi masa penting bagi pertumbuhan anak.
Makanan Bergizi Bantu Pertumbuhan Anak
Anak membutuhkan makanan yang beragam sesuai usia. Sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, ayam, daging, dan makanan lain.
Selain protein, anak juga membutuhkan sayur dan buah. Air bersih juga perlu tersedia setiap hari.
Namun, kebutuhan setiap anak bisa berbeda. Karena itu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak mengalami masalah makan atau pertumbuhan.
Posyandu dan Puskesmas Punya Peran Penting
Posyandu membantu keluarga memantau pertumbuhan anak. Orang tua dapat mengetahui berat dan tinggi badan anak secara rutin.
Sementara itu, Puskesmas dapat memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan masalah, petugas dapat memberikan arahan atau rujukan sesuai kondisi anak.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak melewatkan jadwal Posyandu. Pemantauan rutin dapat membantu menemukan masalah lebih awal.
Sanitasi Juga Berpengaruh
Gizi bukan satu-satunya faktor dalam pencegahan stunting. Kebersihan lingkungan juga perlu diperhatikan.
Air bersih, sanitasi yang baik, dan kebiasaan mencuci tangan dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Sebab, infeksi yang berulang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan anak.
Selain itu, keluarga perlu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan rumah.
Sumbar Dorong Kolaborasi
Penanganan stunting membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah, Puskesmas, Posyandu, kader, keluarga, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.
Di Dharmasraya, misalnya, pemerintah daerah memberikan bantuan makanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Program tersebut bertujuan mendukung pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.
Sementara itu, di Pasaman Barat, pendampingan keluarga berisiko stunting melibatkan Puskesmas, Posyandu, PKK, dan pemerintah nagari. Program tersebut juga mendorong konsumsi makanan tinggi protein serta pemanfaatan pangan lokal.
Peran Keluarga Tidak Boleh Diabaikan
Keluarga memiliki peran besar dalam menjaga gizi anak. Orang tua dapat membiasakan pola makan sehat sejak dini.
Selain itu, orang tua perlu membawa anak ke Posyandu. Imunisasi juga perlu diberikan sesuai jadwal.
Jika anak mengalami masalah pertumbuhan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan menunggu kondisi menjadi lebih berat.
Dengan demikian, pencegahan stunting dapat dimulai dari rumah. Gizi yang cukup, lingkungan bersih, pemantauan rutin, dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi langkah penting untuk membangun generasi Sumbar yang lebih sehat.
