Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Cegah Stunting dari Masa Kehamilan, Puskesmas Anak Air Padang Perkuat Intervensi Terpadu

0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

PADANG – Puskesmas Anak Air, Kota Padang, terus memperkuat penanganan stunting secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Koto Tangah. Upaya tersebut tidak hanya menyasar balita yang sudah mengalami stunting.

Pencegahan juga dilakukan sejak masa kehamilan. Selain itu, Puskesmas menggabungkan pelayanan kesehatan, intervensi gizi, pendampingan keluarga, dan rujukan medis.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menangani faktor risiko sejak awal. Dengan demikian, pencegahan tidak hanya dilakukan setelah gangguan pertumbuhan ditemukan pada anak.

179 Kasus Stunting Terpantau hingga Juli 2026

Berdasarkan data hingga Juli 2026, terdapat 179 kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Anak Air.

Dari jumlah tersebut, 37 anak dengan kondisi kompleks telah mendapat rujukan. Mereka diarahkan ke RSUD dan klinik untuk memperoleh pemeriksaan lanjutan dari dokter spesialis.

Sementara itu, kasus lainnya memperoleh asuhan gizi secara intensif. Dukungan tersebut mencakup distribusi makanan pendamping ASI serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

Langkah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Karena itu, penanganan tidak diberikan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh kasus.

Pencegahan Dimulai dari Ibu Hamil

Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, menjelaskan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai dari hulu.

Salah satu sasarannya adalah ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia. Tenaga kesehatan memberikan pendampingan untuk menjaga kondisi ibu dan perkembangan janin.

Pendekatan tersebut juga dikembangkan melalui inovasi Bulek Rancak, yakni Bina Ibu Hamil KEK dan Anemia. Program ini sebelumnya diluncurkan melalui kolaborasi dengan tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Padang.

Selain ibu hamil, keluarga turut dilibatkan. Peran suami dan anggota keluarga dinilai penting dalam mendukung kesehatan ibu selama kehamilan.

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam pelaksanaan program di lapangan. Mereka membantu melakukan pemantauan sekaligus mendeteksi balita yang berisiko.

Jika ditemukan anak kurus atau berisiko stunting, kader dapat mengarahkannya ke Puskesmas. Selanjutnya, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan dan menentukan intervensi yang diperlukan.

Kader juga terlibat dalam distribusi PMT lokal kepada keluarga sasaran. Makanan bernutrisi tersebut diantar langsung ke rumah selama periode program berlangsung.

PMT lokal bersumber dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pengelolaannya melibatkan tenaga gizi Puskesmas bersama mitra lokal.

Pola Asuh Masih Menjadi Tantangan

Di tengah berbagai intervensi, Puskesmas Anak Air mencatat pola asuh sebagai salah satu tantangan di masyarakat.

Sebagian orang tua harus bekerja dan menitipkan anak kepada anggota keluarga atau pengasuh. Dalam kondisi tertentu, pemilihan makanan selingan anak menjadi kurang terkontrol.

Karena itu, edukasi gizi tidak hanya ditujukan kepada ibu. Anggota keluarga yang ikut mengasuh anak juga perlu memahami kebutuhan gizi balita.

Selain pemberian makanan, pemantauan pertumbuhan secara rutin tetap diperlukan. Posyandu menjadi salah satu layanan penting untuk mendukung kegiatan tersebut.

Mobilitas Penduduk Jadi Perhatian

Wilayah kerja Puskesmas Anak Air berada di Kecamatan Koto Tangah. Mobilitas penduduk yang tinggi menjadi salah satu tantangan pelayanan.

Selain itu, keberadaan warga pendatang serta ibu hamil berusia muda membutuhkan perhatian tersendiri. Oleh sebab itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat.

Puskesmas juga melibatkan kader Posyandu dalam pengawasan di masyarakat. Menurut pihak Puskesmas, penguatan pengawasan telah mendorong persalinan dilakukan melalui pelayanan medis yang lebih aman.

Fasilitas Puskesmas Dukung Penanganan Stunting

Penanganan stunting juga didukung fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Anak Air.

Menurut Pemkot Padang, fasilitas tersebut mencakup laboratorium terpadu dan ultrasonografi (USG). Pelayanan turut didukung dokter dan bidan terlatih.

Sementara itu, Puskesmas menyediakan berbagai pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat. Pelayanan promotif dan preventif juga dijalankan melalui Posyandu serta edukasi kesehatan.

Pemkot Padang mendorong ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita untuk memanfaatkan pelayanan tersebut. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan faktor risiko lebih awal.

Melalui intervensi sejak kehamilan, pemantauan balita, perbaikan gizi, serta rujukan medis, penanganan stunting dilakukan dari berbagai sisi. Peran keluarga dan masyarakat kemudian menjadi bagian penting untuk memperkuat intervensi tenaga kesehatan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.