DHARMASRAYA — Kondisi kabut asap di Dharmasraya mendorong berbagai pihak mengambil langkah untuk melindungi masyarakat. BRI Cabang Dharmasraya ikut bergerak dengan membagikan masker gratis kepada warga, terutama pengendara yang masih beraktivitas di luar ruangan.
Aksi sosial tersebut berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pemimpin BRI Cabang Dharmasraya, Amet Candra Dinata, turun langsung membagikan masker bersama sejumlah jajaran BRI Cabang Dharmasraya.
Pembagian masker dilakukan ketika kualitas udara di wilayah tersebut sedang kurang baik akibat kabut asap. Kondisi itu membuat perlindungan saluran pernapasan menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
BRI Dharmasraya Bagikan Masker Gratis
Dalam kegiatan tersebut, jajaran BRI menyerahkan masker secara langsung kepada para pengendara yang melintas.
Amet Candra Dinata menjelaskan bahwa pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menurutnya, bantuan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang kurang sehat saat beraktivitas di luar ruangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial BRI kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Selain memberikan masker, aksi tersebut membawa pesan agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan selama kondisi udara belum kembali membaik.
Kabut Asap Masih Menyelimuti Dharmasraya
Kabut asap memang menjadi persoalan di Kabupaten Dharmasraya dalam beberapa hari terakhir.
Pada Kamis, 27 Agustus 2026, titik panas atau hotspot di Kabupaten Dharmasraya dilaporkan nihil. Meski demikian, kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah. Sumber asap saat itu diduga berasal dari kebakaran atau polusi udara dari luar daerah.
Sehari sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga telah membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung.
Pemkab kemudian berencana memperluas pembagian masker ke seluruh kecamatan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Kondisi udara bahkan berdampak pada aktivitas pendidikan. ANTARA melaporkan Pemkab Dharmasraya meliburkan sementara siswa TK dan PAUD akibat kabut asap.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya memengaruhi kenyamanan masyarakat. Pemerintah dan berbagai pihak juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Pengendara Jadi Sasaran Pembagian Masker
Pengendara menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam aksi BRI Dharmasraya bagi masker gratis.
Mereka memiliki paparan langsung terhadap udara luar selama berada di perjalanan. Karena itu, masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika kualitas udara sedang memburuk.
Amet bersama jajaran BRI menyerahkan masker langsung kepada masyarakat yang melintas. BRI berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat praktis bagi warga yang tetap harus bekerja dan melakukan aktivitas di luar rumah.
Aksi serupa juga dilakukan berbagai unsur di Dharmasraya selama kabut asap berlangsung. Pemerintah daerah, kepolisian, serta kelompok masyarakat ikut melakukan pembagian masker kepada pengguna jalan.
Masyarakat Diingatkan Menjaga Kesehatan
Kabut asap dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Karena itu, masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara. Aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak dapat dikurangi ketika kualitas udara memburuk.
Penggunaan masker juga penting bagi masyarakat yang harus berada di luar ruangan. Selain itu, kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara memerlukan perhatian lebih.
BRI Dharmasraya melalui kegiatan tersebut turut mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan selama kabut asap masih terjadi.
Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Amet menilai kepedulian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan berskala besar.
Pembagian masker menjadi salah satu bentuk bantuan sederhana yang dapat langsung digunakan masyarakat dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik.
BRI berharap aksi tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Kegiatan itu juga memperlihatkan keterlibatan dunia usaha dalam merespons kondisi lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Selama kabut asap di Dharmasraya masih berlangsung, kewaspadaan tetap diperlukan. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, aparat, dan masyarakat menjadi penting untuk mengurangi risiko kesehatan serta membantu warga menjalankan aktivitas dengan lebih aman.
