Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

RSUP M. Djamil Luncurkan Hospital Schooling, Pasien Anak Tetap Bisa Belajar Saat Dirawat

0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Padang – RSUP Dr. M. Djamil Padang meluncurkan Djamil Hospital Schooling untuk mendukung pasien anak selama menjalani perawatan. Program ini memberikan ruang bagi anak untuk tetap belajar, bermain, dan berkembang di rumah sakit.

Peresmian berlangsung pada Selasa (14/7/2026). Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, meresmikan program bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Aklima dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sukri Rahman.

Program tersebut menjadi bagian dari pelayanan yang berpusat pada kebutuhan pasien. Selain pengobatan, rumah sakit juga memberikan perhatian terhadap pendidikan dan perkembangan psikologis anak.

Hospital Schooling Jaga Hak Pendidikan Anak

Anak yang menjalani perawatan cukup lama dapat menghadapi hambatan dalam mengikuti kegiatan sekolah. Karena itu, Hospital Schooling hadir untuk membantu menjaga keberlanjutan pendidikan mereka.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menilai kesehatan dan pendidikan memiliki tujuan yang saling berkaitan. Keduanya berperan dalam mendukung masa depan anak.

Oleh karena itu, masa perawatan tidak seharusnya menghentikan proses belajar. Anak juga tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan cita-citanya.

Program Hospital Schooling berada di Gedung Kebidanan dan Anak Lantai 1 RS M. Djamil. Selain itu, kegiatan belajar didampingi oleh relawan Aruna.

Belajar Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Kegiatan belajar tidak dibuat seperti pembelajaran biasa di sekolah. Sebaliknya, aktivitas disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap anak.

Anak dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain belajar, mereka memiliki kesempatan untuk bermain dan berinteraksi.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang RS M. Djamil, Asrawati, menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi anak yang membutuhkan perawatan cukup lama.

Selain menjaga pendidikan, kegiatan tersebut diharapkan membantu mengurangi kecemasan selama perawatan. Program juga dapat meningkatkan motivasi anak untuk pulih.

Dukung Tumbuh Kembang dan Kondisi Psikologis

Hospital Schooling tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Program tersebut juga memberikan perhatian terhadap perkembangan emosional dan sosial pasien anak.

Suasana yang menyenangkan dapat membantu anak merasa lebih nyaman. Selain itu, aktivitas bersama dapat memperkuat interaksi antara anak dan orang tua.

Dukungan psikososial juga penting selama masa pengobatan. Sebab, anak membutuhkan kesempatan untuk tetap melakukan kegiatan yang sesuai dengan usianya.

Ketua Tumbuh Kembang IDAI, Fitri Hartanto, turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, ruang belajar, bermain, dan berekspresi dapat memberikan pengalaman positif bagi pasien anak.

Dinkes Sumbar Dukung Djamil Hospital Schooling

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima, memberikan dukungan terhadap program ini. Hospital Schooling dinilai sebagai inovasi pelayanan kesehatan yang ramah anak.

Selain itu, program tersebut membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan psikososial pasien. Karena itu, pelayanan kesehatan anak tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit.

Kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Tenaga kesehatan, guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dapat berperan sesuai bidang masing-masing.

Melalui Djamil Hospital Schooling, proses penyembuhan dapat berjalan bersama kegiatan belajar dan bermain. Dengan demikian, pasien anak tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang selama menjalani perawatan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.